Cerita Panas Gejolak Ledakan Birahi

Posted on


Selamat datang di Cerita Panas Persembahan filmpanas. saat ini Team Cerita Panas ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Panas Gejolak Ledakan Birahi. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

agen togel terpercaya

Cerita Panas Gejolak Ledakan Birahi


agen domino99

Cerita Panas Gejolak Ledakan Birahi

Aqu putra pertama dari keluarga yg berkecukupan Bapak aqu bekerja sebgaii pengusaha di bidang perbankan yg cukup berpengaruh di daerahnya. Nama aqu Miftah aqu sudah menikah akan tetapi atas paksaan Bapak aqu, sungguh tak ada rasa enak enaknya menikah dgn orang yg tidak di ciintaii. Akan tetapi meskipun begiitu aqu sudah menikah kurang lebiih delapan tahun.

Swami aqu, Christoper, adalah seorang dokter yg sedang mengambiil spesiialiisasii bedah di Rumah Sakiit pemeriintah di kota kita. Terliihat hebat memang. Akan tetapi sayangnya keluarganya ternyata memiiliikii biibiit keturunan “orang stress”.

Ini yg menyebabkan aqu mengambiil keputusan untuk lebiih baiik mengadopsii daripada memiiliikii keturunan ‘stress’.

Siikapnya sebagaii Swami sama sekalii tak mencermiinkan seorang Swami. Terlebiih waktu dia menyadari bahwa diriinya adalah kesayangan Bapak aqu, mertuanya. Beberapa alasan Bapak aqu sangat menyaygiinya adalah kerana Swami aqu adalah seorang dokter dan (katanya) adalah keturunan orang terhormat.

Terhormat? Menjaga nama baiik dirii sendirii saja tak biisa, apalagii nama baiik keluarga dan rumah tangga? Sudah cukup lama aqu bertahan menjaga nama baiik keluarga, hiingga akhiirnya aqu menyadari bahwa ada piihak ketiiga yg mengganggu rumah tangga kita.

Namanya Nabila. Dia seorang pelajar kedokteran hewan yg menjadi simpanan Swami aqu untuk sekiian tahun lamanya. Sama sekalii tak ada yg menariik dari diriinya. Kalo boleh aqu menyombongkan dirii, perbedaan aqu dan diriinya iibarat langiit dan bumii. Tak tahu apa yg diiingiinkan Swami aqu dari diriinya.

Bukan hanya nama baiik rumah tangga kita yg tercoreng, akan tetapi juga nama baiik orang tua aqu. Dia membawa ‘simpanan’nya iitu dgn leluasa menggunakan kendaraan priibadi Bapak aqu, kerana memang iia belom mampu memiiliikii sebuah kendaraan. Bahkan untuk membelii bautnya pun mungkiin masiih memiinta uang dari aqu.

Di tengah kebiingungan, aqu mendaftarkan dirii untuk mengiikutii program Magiister Manajemen yg baru saja dibuka di sebuah Kampus Negeri di kota aqu. Di sini aqu banyak menjumpaii kawan baru. Kebosanan dan kebiingungan aqu mulaii sedikiit terobatii dgn aktiiviitas belajar baiik di kampus maupun di luar.

Tak tahu angiin darimana yg berhembus, aqu mendengar bahwa salah seorang kawan kuliiah aqu bertempat tiinggal di daerah perumahan yg sama dgn Nabila. Tiiba-tiiba tiimbul kembalii rasa penasaran terhadap ‘simpanan’ Swami aqu iitu. IIbarat wartawan, aqu pun mulaii melancarkan beberapa pertanyaan daerah seputar perumahan tersebut.

Namanya Edward. Begiitu setidaknya iia dipanggiil. Pertama memang iia menaruh curiiga terhadap pertanyaan aqu. Aqu berusaha menutupinya supaya aiib rumah tangga aqu tak terbongkar. Akan tetapi kerana rasa penasarannya yg begiitu besar, aqu tak dapat lagii menutupiinya.

Terlebiih dia begiitu jelas memberii iinformasii mengenaii dimana lokasii tepatnya Nabila tiinggal dan keadaan sekeliiliingnya. Hiingga akhiirnya aqu memiinta tolong untuk sesekalii mengiintiip apakah Swami aqu pernahh berkunjung ke sana. Akiibatnya, aqu seriing berhubungan dgnnya untuk mendapatkan iinformasii lebiih darinya.

Dari sekedar meneriima iinformasii dan memiinta tolong lagii, akhiirnya aqu tak dapat menahan lagii penderiitaan yg aqu alamii. Aqu akhiirnya seriing berkeluh kesah mengenaii keadaan rumah tangga aqu yg sebenarnya.

Tak tahu kenapa aqu laqukan ini. Edward adalah totally stranger, yg seharusnya sama sekalii tak mengetahuii kondisii iintern rumah tangga kita. Akan tetapi bagaiimana lagii? Itu semua sudah teradi

Aqu sudah seriing berkeluh kesah dgn orang tua mengenaii Swami aqu. Mereka hanya menyuruh aqu untuk bersabar. Dgn adek aqu, mereka memang merasa kasiihan kepada aqu, akan tetapi mereka juga tak biisa berbuat banyak kerana kesiibukan biisniisnya.

Aqu juga pernahh berkeluh kesah dgn biibii (tante) aqu yg belom menikah, akan tetapi dgn cepat dia menjawab,

“Waduh, janganlah biicara iitu kepada aqu, aqu sama sekalii tak tahu masalah sepertii iitu!”Kemana lagii aqu harus berkeluh?

Pada awal Cerita aqu kepada Edward, dia memang menganjurkan supaya aqu berbiicara kepada orang tua aqu. Akan tetapi iitu merupakan anjuran basii bagii aqu. Edward tak putus asa. Dia terus memberii dukungan secara moral. Yg membuat dirii aqu seolah semakiin tenang berada di siisiinya untuk mendengarkan dan meneriima dukungannya.

Kemudian dia pun membuka rahasiia mengenaii diriinya. Mengenaii siiapa diriinya sebenarnya dan bagaiimana kondisii orang tuanya. Dari siitu aqu meliihat beberapa kemiiriipan diantara kita berdua. Aqu pun mulaii merasa nyaman apabiila sudah berada di siisiinya. Dan pertemuan pun seriing kita atur. Tak tahu iitu berkedok kelompok belajar atau laiinnya.

Hiingga akhiirnya, tak tahu kenapa tumbuh rasa suka aqu kepada diriinya, dan di suatu waktu Edward memberaniikan dirii untuk menyentuh tangan aqu dan memegangnya.

Aqu merasakan getaran yg iia jalarkan ke dirii aqu. Akhiirnya tanpa aqu sangka, iia mengutarakan perasaannya. Perasaan yg sama dgn apa yg aqu rasakan terhadap diriinya.

Siingkat Cerita, kita mulaii sepakat saliing menalin kasih. Dan kita pun mulaii secara rutiin bertemu untuk berbagii kasiih. Meski pun hanya sebatas di dalem kendaraan aqu.

Keterkejutan aqu yg beriikutnya adalah sewaktu Edward tiiba-tiiba menciium biibiir aqu. Lucu rasanya aqu mengenang kejadian tersebut. Seolah aqu adalah seorang wanita yg baru pertama kalii diciium oleh lelaki. Aqu tak tahu harus bagaiimana. Di satu siisii, aqu memang menciintaiinya. Di siisii laiin, aqu sudah menikah dan berSwami.

Kembalii dia melaygkan kecupan dibarengii dgn sedikiit lumatan pada biibiir aqu. Aqu tetap tak berkutiik. Hiingga akhiirnya dia bertanya,”Kenapa tak dibalas?” Sesudah kita saliing tatap untuk beberapa waktu. Akhiirnya….. aqu pun membalas lumatan biibiirnya.

Kisah kasiih kita terus berjalan dgn sedikiit bumbu saliing cemburu apabiila aqu terkesan mulaii dendgn Swami aqu, atau aqu mendengar iisu bahwa Edward berkenalan dgn seorang wanita. Akan tetapi iitu semua tetap tak mempengaruhii ciinta kita.

Percumbuan kita semakiin hangat. Dia pun mulaii beranii menggeraygii bagiian-bagiian badan aqu. Baiik dgn menggunakan tangannya atau dgn mulutnya.

Buah dada aqu yg berukuran 36B ini sudah seriing kalii menjadi sasaran empuk mulutnya. Dan aqu sangat meniikmatiinya. Aqu pun seriing mencumbu dadanya yg lapang, dan sesekalii mempermaiinkan mulut dan liidah aqu di pentiilnya.

Dia pun sangat meniikmatiinya. Hiingga akhiirnya permaiinan kita mengalamii peniingkatan. Jemariinya mulaii terampiil menyusup kepada celana dalem dan mempermaiinkan kelentit aqu.

Aqu mulaii merasakan gelii dan niikmat bercampur menjadi satu, terlebiih apabiila iia kombiinasiikan dgn mencumbu badan aqu.

Kita saliing bergantiian mencumbu hiingga akhiirnya pun aqu hanyut dalem kebiiasaan melaqukan oral sex terhadapnya. Dia begiitu surpriise waktu aqu melaqukan oral. Edward tak menygka, sepertii halnya aqu.

Aqu bahkan sempat terheran pada dirii aqu sendirii. Banarkah aqu melaqukan ini? Pertama kalii aqu melaqukan oral sex terhadapnya, memang aqu kiikuk sekalii. Edward hanya membuka sedikiit celana dalemnya hiingga kepala kemaluannya tersembul.

Tak tahu kenapa, waktu aqu sedang mencumbu badannya, aqu sangat terdorong untuk mencumbu kemaluannya dan memasukkannya ke dalem mulut aqu.

Dan sejak waktu iitu, percumbuan kita belomlah lengkap apabiila aqu belom melaqukan oral sex terhadapnya. Bagii aqu, aqu merasa memiiliikii hobby baru. Membuatnya niikmat melaluii oral sex.

Hiingga suatu waktu di tengah percumbuan hebat kita dimana pakaiian kita sudah hampiir terbuka semua, di jok belakang kendaraan aqu di pelataran parkiir department store “R” yg terletak di jalan yg menggunakan nama seorang pangeran,

Dia mengangkat rok aqu dan menyiingkap sedikiit celana dalem aqu, kemudian dgn cepat dan lembutnya, Edward mencumbu dan menyapu kemaluan aqu dgn liidahnya. Sungguh aqu dibuatnya terkejut dan biingung yg bukan kepalang. Swami aqu sama sekalii tak pernahh melaqukan hal ini terhadap aqu.

Di tengah kebiingungan iitu, aqu sama sekalii tak tahu harus berbuat apa. Aqu menciintaiinya, akan tetapi aqu sama sekalii tak menygka hiingga sejauh ini kisah asmara kita. Begiitu lembutnya dia mempermaiinkan kelentit aqu dgn sapuan liidahnya,

Hiingga akhiirnya rasa biingung iitu lenyap ditelan rasa gelii dan niikmat yg sudah menjalar di sekujur badan aqu. Aqu hanya biisa meremas rambut kepalanya, menekan kepalanya lebiih dekat di kemaluan aqu yg kiian membasah. Keniikmatan iitu juga yg akhiirnya membuat aqu mengangkat kedua paha dgn lebiih membuka kangkangan keduanya.

Sesudah kurang lebiih liima belas meniit dia menjiilatii kelentit aqu dgn berbagaii cara, aqu disuruhnya rebah di jok belakang dan segera dia meNindyah aqu. Rupanya Edward sudah menurunkan celananya tanpa sepengetahuan aqu sewaktu aqu masiih melayg-layg.

Dgn cepat Edward menyodorkan kemaluannya menuju biibiir kemaluan aqu. Dan mempermaiinkan kepala kemaluannya di biibiir kemaluan aqu. Aqu kembalii menggeliinjang. Sama sekalii tak terbesiit di benak aqu, bahwa kita masiih bermaiin di area parkiir sebuah pusat belanja yg terletak di jalan “D”. Yg suatu waktu dapat dipergokii satpam.

Kembalii aqu tersentak hebat waktu kepala kemaluannya menggesek-gesek kelentit aqu dgn agak kuat. Badan aqu mulaii bergetar hebat. Apa ini yg dinamakan luapan gairah? Kerana kemaluan aqu yg sudah basah sejak tadi, Edward tak mendapat kesuliitan untuk akhiirnya dgn cepat dan lembut menyeliipkan kemaluannya di liiang kemaluan aqu.

Aqu kembalii tersentak dalem sejuta keniikmatan. Sebuah benda yg besar dan panjang menyeliinap masuk secara perlahan, sehiingga meniimbulkan gesekan halus pada kelentit aqu. Badan aqu mengejang sewaktu. Tiiba-tiiba muncul rasa heran yg amat sangat dalem dirii aqu.

Selama ini aqu tak pernahh merasakan niikmatnya sex dgn Swami aqu. Yg aqu tahu selama ini, sex adalah menyakiitkan. Aqu hanya menjadi mesiin pemuas nafsu sex Swami aqu tanpa pedulii apakah aqu meniikmatiinya atau tak. Niikmat sex seolah-olah hanya dongeng belaka di teliinga aqu.

Akan tetapi Edward… seolah-olah dia kini memberiikan buktii bahwa niikmat sex iitu ada. Dan nyata.

Kini aqu sadar sepenuhnya. Aqu semakiin menciintaiinya. Aqu pun kembalii larut dalem kebahagiiaan niikmatnya sex. Aqu pun menyambut ciintanya, juga menyambut goygannya tak kalah hebat. Seolah aqu iingiin menumpahkan dan mencapaii keniikmatan sex yg baru aqu rasakan dan iingiin memberiitahunya untuk bersama meniikmatii sex ini sepuas-puasnya.

Tak tahu berapa lama kita berciinta dan saliing berpacu dalem nafsu gairah di dalem kendaraan Geniio berwarna gelap. Akhiirnya dia membiiarkan aqu selesaii terlebiih dahulu. Sungguh aqu tak menygka bahwa keniikmatan sex iitu begiitu indah, menyenangkan dan memuaskan.

Aqu pun dibuatnya lemas dan tak bertenaga, terkapar di jok kendaraan. Telentang tak berdaya, dgn rasa sejuta bahagiia dan kepuasan yg tak tNabilalaii. Sementara Edward akhiirnya mempercepat riitme ayunan piinggulnya dan aqu merasakan adanya semburan hangat di dalem kemaluan aqu. Semburan sperma Edward.

Aqu sempat khawatiir akan kehamiilan akiibat hubungan kita. Akan tetapi Edward segera berbiisiik bahwa dia iingiin aqu hamiil dan membesarkan anak tersebut. Berangsur-angsur kekhawatiiran aqu menghiilang. Di satu siisii, keiingiinan aqu untuk hamiil biisa saja terkabul. Dan ini yg aqu tunggu.

Akhiirnya siiasat pun diatur, apalagii golongan darah Edward sama persiis dgn Swami aqu. Sejak waktu iitu, kita pun rutiin melaqukan hubungan sex untuk saliing meluapkan ciinta dan memuaskan nafsu gairah kita, dimana pun kita sempat.

Bahkan pernahh di ruangan kantor aqu pada waktu sepii, Edward memiinta aqu untuk berdirii membungkuk di tepii meja kerja aqu dan dia menyebadanii aqu dari belakang dgn terlebiih dahulu mengangkat rok dan menurunkan celana aqu dan kemudian mempermaiinkan kemaluan aqu dgn liidahnya yg kasat.

Kini bukan saja Swami aqu yg berseliingkuh. Aqu pun turut terjerumus dalem duniia perseliingkuhan. Perseliingkuhan yg aqu rasa adalah abadi. Apakah ini semua kerana ciinta sejatii aqu dgn Edward?

Apakah kerana awalnya kawiin paksa oleh Bapak aqu, hiingga tak pernahh ada ciinta antara aqu dan Swami aqu? Hiingga kini hubungan aqu dan Edward sudah berusiia dua tahun, baiik hubungan komuniikasii maupun secara sexual. Kita tetap saliing memperhatiikan, mengasiihii, menjaga dan juga saliing mengiisii kekurangan satu sama laiin. Sepertii layaknya Swami iistrii sejatii.

Kini aqu sudah tak pedulii lagii terhadap apa yg dilaqukan Swami aqu. Anak kandung aqu dari hasiil hubungan iintiim aqu dgn Edward dan anak angkat aqu pun lebiih dekat dgn Edward ketiimbang Swami aqu. Tak tahu kenapa, aqu sangat berbahagiia menjalanii semua ini. Aqu sudah menemukan ciinta sejatii aqu.

short url



Source link