Cerita Panas Rumahku Hasil Dari Perselingkuhan

Posted on


Selamat datang di Cerita Panas Persembahan filmpanas. saat ini Team Cerita Panas ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Panas Rumahku Hasil Dari Perselingkuhan. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

agen togel terpercaya

Cerita Panas Rumahku Hasil Dari Perselingkuhan


agen domino99

Cerita Panas Rumahku Hasil Dari Perselingkuhan

Sinta janda yang masih cantik dan bertubuh montok nekat menggoda dan melakukan hubungan sex dengan majikan laki-lakinya. Dari hasil skandal sexs-nya dia mampu membeli rumah bahkan masih mempunyai tabungan yang banyak.

Posisisex-Aku seorang janda berusia 34 tahun, namaku Sinta. Aku menjanda baru 2 tahun , aku dicraikan suamiku karena aku berselingkuh dengan tetanggaku. Kedua anakku di bawa pergi mantan suamiku pada persidangan hak asuh kedua anakku jatuh ditangan mantan suamiku. Aku sudah hampir 2 tahun ini tidak bertemu buah hatiku.

Aku termasuk janda kembang yang menawan, aku semok dan berkulit putih jadi banyak yang menyukaiku. Apalagi pria hidung belang kalau lihat aku dia pasti tertarik denganku. Pakaian yang aku kenakan juga seksi, aku memang tipe orang penggoda. Kebanyakan orang bilang aku ganjen. Saat itu aku ketahuan berselingkuh dengan tetanggaku samping rumah.

Pada waktu itu aku ditinggal suami kerja ceritanya dia lembur. Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk bercumbu dengan tetanggaku. Aku tidak tahu jika suamiku pulang awal , pas dia sampai rumah melihat aku sedang bercumbu di kamar. Dia yang sedang capek dengan kerjaannya sampai rumah melihat aku bertingkah seperti itu. Dia tampak marah dan sangat kecewa.

Pagi harinya dia mengurus berkas perceraian , seketika itu juga. Akupun sudah tidak bisa alasan lagi karena sudah ketahuan didepan mata.Ya menyesal itu pasti apalagi anak-anakku ikut mantan suamiku. Tapi mau gimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Kalau aku berlarut dalam kesedihan dan penyesalan aku tidak akan bisa meneruskan hidup.

Aku sudah bisa menerima keadaanku, aku menikmati status janda. Aku pun bekerja serabutan semua pekerjaan yang berpeluang menghasilkan uang pasti aku kerjakan. Aku hidup dengan orangtuaku yang sudah lansia. Mau tidak mau setiap hari aku harus bekerja untuk makan dan memenuhi kebutuhan. Bekerja di warung membantu cuci piring setrikain baju orang apa ajalah aku kerjakan.

Aku bertahan bekerja sebagai serabutan namun lama-lama aku jenuh. Rasanya ingin kerja tetap di suatu tempat yang penghasilnnya pasti. Pernah aku melamar pabrik namun tidak diterima karena usiaku sudah diatas 30 an. Yang diutamakan yang masih muda belia. Bekerja dipabrik juga sift pagi siang malam, aku paling nggak bisa kerja seperti itu.

Susahnya mencari pekerjaan namun mau bagaimana lagi aku harus tetap berjuang. Jika aku bermalas-malasan aku tidak bisa memenuhi kehidupanku. Suatu hari ada orang kota yang mencari pembantu rumah tangga. Aku dengar dari tetanggaku yang lagi ngrumpi di depan rumah. Namun tetanggaku tidak minat soalnya jauh dari keluarga dan harus menginap di rumahnya.

Gajinya 3 juta setiap bulan, aku sangat tergiur. Tapi ibuku dengan siapa nantinya, aku harus berfikir lagi. Ide itu muncul dengan sendirinya aku menitipkan ibu di panti jompo. Setiap bulan aku bisa menjenguknya disana. Tidak mungkin jika ibu aku antar ke rumah kakakku yang jauh itu. Semua sudah aku fikirkan matang.

Aku membawa ibu ke panti jompo aku titipkan ibu disana. Dan diterima dengan lapang, sebenarnya aku tidak tega tapi aku harus bekeja. Ibu sudah teratasi dan aku titipkan ibu ditempat yang layak. Aku berkemas dan segera pergi ke kota, aku sudah punya kartu nama orang itu. Aku berangkat naik bus malam sampai  di Jakarta pagi hari.

Aku menyusuri jalan seperti orang hilang karena memang aku belum pernah ke Jakarta sebelumnya. Kota yang besar dan sangat luas membuat aku kebingunggan. Untung saja masih ada orang yang baik menolong aku. Dia memberitahu alur jalan menuju ke tempat tujuan. Setelah satu jam perjalanan aku menemukan rumah itu.

Rumah yang sangat megah dan besar, aku mencoba masuk. Di depan rumah ada satpam yang jaga aku bertanya dengan dia. Dia pun mempersilahkan aku masuk. Setelah masuk ke dalam aku masih terheran-heran kan dengan rumah yang sangat besar itu. Rumahnya sepi hanya ada satu orang pembantu, padahal sudah ada pembantu masih aja cari pekerja lagi.

Aku ngobrol banyak dengan pembantu itu namanya Rita. Mennyenangkan sih pekerjaannya namun harus merawat hewan itu yang aku tidak bisa.Tetapi aku yakin aku bisa mengatasinya, setelah berjam-jam ngobrol aku merasa bosan. Menunggu lama sekali, tapi aku terus bersabar. Tepat jam 5 yang punya rumah itu pulang. Dia masuk dan langsung bertemu aku.

Aku diwawancarai banyak sekali dengan majikanku itu. Dia menerima aku dengan senang hati.  Pekerjaanku hanya mengurus anaknya dan membersihkan kamar anaknya. Sedangkan mbak Rita menyapu dan mengepelseluruh ruangan. Ternyata aku mendapat pekerjaan yang lebih ringan, aku tinggal satu kamar dengan mbak Rita.

Di dalam kamar itu ada 2 tempat tidur yang aku tempati dengan mbak Rita. Hari pertama aku hanya pengenalan saja dulu. Anak ibu Sarah berusia 10 tahun dan 5 tahun, bagiku itu sangat mudah. Aku sudah terbiasa mengurus anak, aku teringat anak-anakku yang usianya sama dengan yang aku asuh nantinya. Setiap pagi aku hanya menyiapkan sarapan dan seragam anaknya saja.

Yang mengantar sekolah sudah ada sendiri, setelah itu aku mengurus balita anak kedua majikanku. Jika siang hari dia tidur aku pun ikut tidur di sampingnya. Kamar yang ber AC membuat aku semakin betah. Nyaman sekali kerja disini dengan gaji besar. Namun sesekali aku harus membantu mbak Rita, kasihan dia banyak sekali kerjaan.

Dia baik sama aku dia juga tidak iri denganku. Karena dia sudah terbiasa dengan pekerjaannya, dan ikut majikanku sudah bertahun-tahun lamanya. Ketika itu Cika sudah tidur aku tidak bisa merem, aku membantu mbak Rita di dapur,

“mbak aku bantu ya…?”

“tidak usah Sinta kamu tidur aja takut Cika bangun…”

“tidak mbak dia udah tertidur pulas, mbak Rita aku mau nanya. Suami Bu Sarah kemana ya kok tidak pernah kelihatan semenjak aku disini?”

“dia bekerja jauh paling kalau jarang di rumah dia ke luar kota bahkan diluar negeri lohh…”

“wow. Pantesan kaya ya mbak, rumah segede ini mobil banyak sukses sekali…”

“iya memang Sin, bapak penghasilannya besar setiap bulan ibu Sarah diberi jatah uang 50 juta..”

“wahhh banyak sekali…andai aku punya suami seperti itu mbak…”

“hussss… jangan terlalu berkhayal. Jangan salah kelihatannya uang banyak membuat hati tentram namun sebenarnya Ibu Sarah tertekan…”

“haaaah???? Tertekan? Uang sebanyak itu masih tertekan?”

“bukan masalah uang, tapi batinnya bapak kan ganjen dia suka berselingkuh. Akulah pembantu yang masih tetap disini, sebelum kamu datang ibu udah ganti pembantu 10x mungkin. Ya itu setiap pembantu yang masih muda selalu aja di godain bapak, makanya kamu jangan ganjen ya..”

“wah masa iya sih mbak?”

“kalau kamu pengen tetap disini , kamu harus jaga diri jika bapak ganjen jangan kamu hiraukan..”

“oh gitu ya mbak? Hmmm siip deh…”

Pikiranku mengarah pada pembicaraan mbak Rita. Sepertinya ini peluangku untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi. Aku terus berfikir saat itu semakin aku penasaran dengan suami Ibu Sarah. Aku sudah membayangkan yang macam-macam, maklumlah aku juga haus akan seks. Selama satu bulan bekerja di rumah ini , suami ibu Sarah belum juga pulang.

Aku udah tidak sabar menunggu kedatangannya. Tepatnya hari sabtu sepertinya ibu Sarah pergi dengan kedua anaknya dan akan menjemput suaminya di bandara. Aku diajak pergi namun aku menolak kala itu mbak Rita yang ikut dengan bu Sarah. Aku di rumah bersih-bersih dan dandan cantik. Sembari menunggu kepulangan majikanku, aku bersolek tidak menor sih tipis-tipis aja make upnya.

Takut bu Sarah curiga denganku. Sore tiba sekitar jam 6 mereka pulang. Aku membukakan pintu, aku sangat terkejut melihat suami ibu Sarah. Ganteng sekali gagah sepertinya dia memang hobi ngeseks terlihat dari wajahnya. Aku berjabat tangan dia melihat ku dengan serius. Tampaknya sudah ada sinyal-sinyal kegairahan terpancar dari sorot mata Pak Beni.

Namun aku enggan menggodanya , nanti kalau sudah satu mingguan aku akan coba menggoda majikanku. Aku membawa barang nya masuk ke kamar.  Makan malam sudah siap di meja, aku menyiapkan semuanya dengan perfect. Sepertinya dia bertanya-tanya dengan Ibu Sarah. Bu Sarah mengenalkan aku sebagai pengasuh anak-anaknya.

Setiap hari sejak ada majikanku aku selalu berpenampilan rapi. Ya sedikit menggoda biar dia respect sama aku. Namun tidak ada seorangpun yang curiga dengan penampilanku. Suatu hari Cika sakit dan harus di bawa ke dokter. Seperti biasa yang diajak bukannya aku tapi mbak Rita. Kalau aku tidak diajak sih nggak masalah yang penting Pak Beni di rumah.

Saat itu pak Beni tidak ikut mengantar, dia di rumah dengan aku. Mbak Rita berangkat dengan Ibu Sarah. Aku menyapu dan mengepel ruangan, aku memberanikan diri masuk ke kamar majikanku. Aku mengetuk pintu dan pak Beni mempersilahkan aku masuk ke kamarnya,

“tok…toookk…tokkk…”

“ya masuk..” jawab Pak Beni dengan keras.

Setelah itu aku masuk dan aku bilang jika akan membersihkan kamarnya. Pak Beni menonton tivi aku lalu lalang di depannya sambil sedikit menggoda. Aku menyapu bagian depan tivi, aku sengaja pantatku aku goyang-goyangkan

“mbak Sinta.. tu dekat sofa tolong di pel ya…”

“iya pak..”

Kebetulan dia menyuruhku mengepel lantai aku bisa nungging-nungging membuat dia bergairah. Aku mengambil kain pel dan memulainya. Aku mengepel dengan perlahan, ketika itu aku memakai rok jadi terlihat tubuhku yang seksi. Aku tidak tahu jika Pak Beni mendekati aku, aku terkejut.

“tolong mbak kunci pintunya…”

Tanpa basa-basi aku mengunci pintunya, setelah itu dia mendekati aku. Dia berkata di telingaku,

“kamu kok seksi sekali, boleh aku menikmati kemolekan tubuhmu.?”

Aku langsung membalikkan badanku, aku mendorong Pak Beni ke sofa. Aku membuka kancing bajuku aku , dan aku perlihatkan payudaraku yang indah itu di depan matanya. Dia terlihat sangat bergairah, aku mendekatinya. Dia menciumi bibirku dengan beringas. Aku terus berusaha membalas senyumannya. Setelah itu dia menatap wajahku dia menggedongku dan menidurkan aku diranjang.

Setelah itu dia membuka bajunya. Aku hanya memakai celana dalam saja begitu pula pak Beni dia sudah telanjang bulat. Penisnya yang masih lemes dan belum tegang itu, aku buat berdiri. Aku meraba dadanya dan penisnya aku kocok dengan perlahan. Tampak dia merasakan kenikmatan dengan mendesah keras,

“aaaaaaaaaaahhhhhhhh……aaahhhhh…….”

Setelah penisnya berdiri tegak dia berada diatasku. Dia meremas-remas payudaraku dengan sangat keras. Jarinya memainkan putting susuku dengan lihay. Sangat nikmat sekali,

“aaakkkhh…aaaaakkkhhhhhh….aaahhhhh…….”

Lalu dia menciumi payudaraku dengan penuh gairah. Dia mengulum putting susuku dan memainkan jemarinya aku sangat bergairah. Tangannya memutar-mutar putingku serasa mau lepas,

“oohhh nikmat pak..lagi pak…aaaaaaaahhhhh….aaaakkkhh…oohhh….”

Penisnya bergesekan terus dengan memekku membuat aku semakin horny. Dia menjukurkan penisnya tepat di mulutku. Dia memintaku untuk mengulumnya, aku kulum secara perlahan. Dari atas hingga ke bawah tak lupa aku mengocok penisnya supaya makin tegak,

“aaaaakkhh…aaaahhhh…lagi lebih dalam aaahhhhh…..”

Seluruh batang penisnya masuk ke dalam mulutku. Dengan penuh gairah aku mengulumnya, ini hal yang paling aku sukai. Kurang lebih 10 menit aku mengulum penisnya. Mulutku terasa sangat penuh, penis sebesar itu masuk seluruhnya,

“ooohhh…ooohhhhh…..”

Dia melepaskan penisnya dan mengelus-elus memekku dengan lembut. Kebetulan aku lupa mencukur bulu kemaluanku. Tangannya mengelus dari atas hingga ke bawah, geli sekali,

“aaaaaahhhhh…aaakkkh pak enak nikmat pak…..aaakkkhhhh….”

Posisi berubah lagi menjadi 69, dia menjilati kemaluanku dengan beringas. Aku mengulum penisnya lagi. Selakanganku dijilati memekku dikecupnya hingga basaaahhh,

“oooohhh…aaahhh…aaaaahhh…oooohhh….”

Nikmat sekali posisi 69 ini membuat kita semakin bergairah pagi itu. Setiap 10 menit kita selalu berubah posisi berikutnya kita doggie style. Aku memposisikan diriku, membelakangi Pak Beni. Dia langsung saja menusukkan penisnya ke dalam memekku yang basah. Terlihat sangat mudah sekali memasuki lubang kenikmatan itu,

“aaaaakkkhhh…aaakkkkhhhh….terus pak…aaaahhh….”

Dia menekan penisnya masuk ke dalam, tekanan itu sangatlah keras. Serasa mentok ke dalam nikmat sekali. Gerakannya maju mundur , pantatku diremas. Secara reflek aku ikut bergerak maju mundur,

“ooohh…oohhh…aaahhh….ooooohhhh…aaahhh…..”

Tangannya meraba payudaraku kemudian dia meremas dengan sangat keras. Aku semakin horny dan sangat bergairah. Gerakan itu sangat cepat dan keras. Keringatku jatuh bercucuran, aku tidak kuasa menahan nafsuku. Aku mengeluarkan cairan dari memekku. Berkali-kali aku masturbasi memekku terasa basah dan sangat licin.

Gairah nafsuku semakin memuncak sehingga aku terus mengeluarkan cairan dari memekku. Sangat nikmat,

“aaaaaaahhh…aaaakkkhhh…ooh…oohhh….”

Posisi yang aku tunggu-tunggu datang juga. Aku berada diatas Pak Beni, aku memasukkan penisnya ke dalam memekku. Aku kembali bergerak , memekku sudah tertancap di penisnya. Aku yang berada diatasnya membuat pak Beni semakin horny,

“aaahhh…nikmat aaaakkkhh….ooouugh…aaahhhh..terus lagi ….aaahhhh”

Goyanganku sangat keras, penisnya serasa bergoyang di dalam memekku. Pak Beni mengangkat sedikit pantatnya, ohhhh nikmat. Tanganya meremas-remas payudaraku membuat aku semakin bersemangat. Setelah aku lelah dia aku merebahkan tubuhku dan pak Beni berada diatasku. Dia kembali beraksi, dia menekan penisnya maju mundur. Menggoyang-yangkan penisnya ke dalam memekku,

“aahhhh…aaahhhhhh…aaakkkkhh pak….lagi….aaaaaaakkhh…”

Keringat pak Beni membasahi tubuhku, serasa diguyur air ketika itu. Suasana memanas, gerakan semakin cepat. Layaknya anak muda kita melakukan beberapa posisi seks. Sangat puas dan nikmat kala itu. Penisnya yang besar menusuk-nusuk memekku, aku tidak tahan,

“aaaaahhh…ooohhh…aaaahhh…pak….aaakkhhh…..”

Payudaraku diremas dengan sangat kuat. Penisnya tak mau berhenti memompa terus saja dengan gerakan nikmatnya, aku semakin tak berdaya. Hanya desahan yang keluar dari mulutku, sesekali aku menggeliat manja merasakan kenikmatan itu,

“aaaaaaaakkkhh….pak……oooouugghhh…aaaahhhhh….aaahhhhh…..”

Setelah sekian lama akhirnya sperma pak Beni keluar juga. Dan dia semprotkan di perut dan payudaraku,

“ccccrrroooooooottttt…..cccccrrroooooottt…. cccccccrrrrooootttt…..”

Cairan yang banyak dan kental itu membasahi tubuhku. Tampak wajah kepuasan dan kenikmatan terpancar dari Pak Beni. Aku bergegas ke kamar mandi membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaianku kembali. Aku segera keluar dari kamar karena aku terdengar suara mobil bu Sarah. Aku pura-pura membersihkan ruang tamu. Keadaan sangat aman tidak ada orang yang curiga.

Setelah kejadian itu aku sering ngeseks dengan majikanku. Aku bertahan di rumah itu selama bertahun-tahun hingga aku bisa membeli rumah dan tabungan yang banyak. Karena pak Beni selalu memberiku uang yang lebih. Itulah kisah sex nyataku yang melakukan skandal sex dengan majikanku sendiri. Sekian.

short url



Source link