Cerita Sex Mertuaku Lebih Perkasa Melayaniku

Posted on

Selamat datang di Cerita Sex Persembahan parabuaya. Saat ini Team Cerita Sex ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Sex Mertuaku Lebih Perkasa Melayaniku. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Sex Mertuaku Lebih Perkasa Melayaniku

Cerita SEX   Cerita Dewasa

Cerita Sex Mertuaku Lebih Perkasa Melayaniku

Aku Yanet, baru saja menikah, suamiku sangat workaholik, jadi aku dijadiin istri keduanya setelah pekerjaannya, dia lebih seneng dengan kerjaanya ketimbang aku, lama-lama aku bete juga. Indahnya pernikahan cuma dalam khayalanku saja. Kami tinggal di apartment, dari segi materi suamiku berlimpah jadi apapun yg dia mau bisa di beli, termasuk aku hihihi. Maksudku, aku juga tergiur dengan hartanya, begitu dia melamarku langsung aku terima saja.

Pesta pernikahan kami digelar mewah dan meriah sekali, dari acara itu aku baru bertemu dengan bapak mertuaku untuk yg pertama kali, lelaki paruh baya yg masih nampak gagah, keren, badannya atletis dengan rambut setengah memutih. Kalau dilihat beliau masih sehat luar dalam, rajin berolah raga dan juga bisa merawat badannya sehingga masih nampak perkasa di usianya yg hampir menginjak kepala 5. Selama resepsi berlangsung matanya tak lepas memandangiku terus. Selama pacaran kami gak pernah bertemu karena suami gak pernah ngajak aku untuk ketemu sama bapaknya, begitu kita memutuskan untuk menikah baru bapaknya di suruh dateng ke acara resepsi.

Bapaknya memang tinggal luar kota menekuni usaha yg dirintisnya dari bawah dam masih berjalan sampai sekarang. Aku sampai tersipu malu, tak kala pandangan bapaknya nggak pernah lepas dari diriku, maklum ibu mertua sudah lama meninggal dan Bapak tdk menikah lagi.

Selang hari, suamiku ngasih tau aku kalau bapaknya untuk sementara waktu mau tinggal bersama kami dulu, karena usahanya sedikit mengalami kemunduran, jadi bapak mertua mau cari partner usaha yg baru untuk mengembangkan lebih lanjut usahanya. Akupun lalu menyiapkam kamar untuk si Bapak. Aku melayani makan dan minum si Bapak biar dia kerasan tinggal bersama kami. Setelah ditinggal beberapa hari bersama kami, kehidupan kami berjalan seperti biasa, Bapak mencoba mengkontak beberapa orang yg pernah jadi partner kerjanya dulu. sampe pada suatu hari…

Menjelang magrib aku baru pulang dari aktivitasku, apartment dalam keadaan gelap, aku mengira kalau tdk ada orang di rumah. Begitu masuk aku langsung menuju kamar mandi. Setelah mandi aku cuma melilitkan handuk di tubuhku lalu menuju ke pantry buat nyiapin makan malam, paling tdk buat aku dan si Bapak yg mungkin sebentar lagi akan pulang, pikirku. Ketika aku lewat depan kamar Bapak pintunya tdk tertutup dan lampunya mati, begitu aku melihat ke dalam kamar tenyata bapak ada di dalam kamar, dia tidur dengan keadaan telanjang bulat. Yg membuatku terpana adalah batang penis si Bapak begitu besarnya, lebih besar dari punya suamiku.

Saat itu AC juga tdk dinyakalan, mungkin karena gerah dia tidur sambil telanjang. Baru mau melangkah tanpa sengaja aku nyenggol kursi sehingga dia terbangun. Matanya langsung terbelalak ketika dia melihat aku hanya mengenakan handuk.

“Maaf Pak, gak sengaja nyenggol kursi, jadi ganggu tidur Bapak nih, oya Bapak tidur kog bugil gitu”, kataku, nafsu juga aku melihat batang penisnya yg besar meski dalam keadaan lemas.hehehe
“Bapak kegerahan jadi tidurnya telanjang, maaf ya…” jawanya.
“kenapa AC nya nggak dinyalain” tanyaku
“Hemat listrik Net,hehehhe…”, jawabnya tersenyum, dia sama sekali tdk risi telanjang didepanku.
“Ya udah Yanet mau nyiapain makan malam dulu Pak” kataku sambil berlalu.

Aku lalu beranjak meninggalkannya sendiri, tapi dengan cepat dia menarik tanganku sehingga aku masuk dalam pelukannya. Aku kaget tapi aku diam saja. Dia mencium pipiku,

“Yanet, kamu cantik sekali, apalagi cuma pakai handuk aja kayak gini” katanya sambil menciumi leherku tempat yg cukup sensitif di tubuhku. Dilepasnya Handukku sehingga aku telanjang dalam pelukannya. Dia lalu menarikku ke tempat tidur, dibaringkannya aku di tempat tidur.

Kembali dia menciumi pipiku, kemudian perlahan dia mengecup bibirku. Tangannya menyentil-nyentil pentilku, geli banget rasanya, nafsuku mulai naik, aku sudah tdk mikir lagi siapa dia, yg hanyaku dipikirkanku hanyalah kenikmatan, yg jarang sekali kudapat dari suami workaholik itu.

Dia mencoba membuka bibirku dengan lidahnya, segera lidahku kujulurkan dan langsung saja dikulumnya, dia meremas toketku dengan penuh nafsu. Ciumannya kemudian pindah ke toketku, pentilku yg sudah mengeras dijilatinya, kemudian diemutnya dan dihisap perlahan.

“Kamu benar-benar cantik Yanet” dia mengulangi pujiannya lagi. Aku merasa sangat senang sekali ada yg memujiku seperti ini, jarang sekali suamiku memuji diriku seromantis ini.
“Aku jadi terangsang banget melihatmu dalam keadaan telanjang begini” katanya yg sudah dipenuhi dengan nafsu yg membara, tapi biar saja, perempuan mana yg tdk seneng disanjung-sanjung begini. Tubuhku memang sexy, begitu kata temen-temanku ketika masih sekolah dulu.

Toketku berukuran sedang tdk besar ataupun tdk kecil tapi kenceng, dengan dihiasi sepasang pentil yg masih imut, yg jarang sekali digarap oleh suamiku selama ini. Perutku juga masih rata sekali dan bokongku cukup menarik perhatian ketika aku sedang berjalan karena goyangannya bisa memabukkan lelaki yg lagi pikiranya kotor. Matanya menatap ke selangkanganku yg ditumbuhi bulu jembut hitam lebat, kontras dengan warna kulitku yg putih mulus. Kurasakan tangannya mengelus jembut yg berada di mekiku. Aku mendesah dan tanpa sadar aku membuka kedua kakiku yg tadinya merapat.

Lalu dia menempatkan diri di antara kedua kakiku yg terbuka lebar. Kepala kontolnya ditempelkan pada bibir mekiku. Digesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah, Naik turun. Aku merasa geli bercampur nikmat. Cairan mekiku yg sudah keluar dari tadi membuat gesekannya semakin lancar karena licin. Aku terengah-engah dibuatnya. Kelihatannya dia sengaja melakukan itu agar aku tambah terangsang. Apalagi saat kepala kontolnya digesek-gesekkan di itilku yg sudah menegang. Ahhh sungguh nikmat luar biasa. Dia menatap tajam padaku dan melihat reaksiku. Aku balas menatapnya seolah memintanya untuk segera memasuki batang kemaluanya ke dalam mekiku.

“Yanet, puaskan aku ya, sudah lama aku tak berhubungan badan debgan orang secantik kamu” katanya tanpa basa basi.

Kujawab cukup dengan anggukan. Perasaanku bercampur aduk antara malu dan pengen segera dientot sama batang kemaluannya yg super gede itu. Terus terang aku sangat nafsu dengan keperkasaan kontolnya. Aku heran kenapa kontol suamiku jauh lebih kecil dari punya Bapaknya, tapi aku dalam keadaan terangsang gini, gak kepikiran untuk menemukan jawabannya.

“Masukin saja sekarang Pak” desahku yg sudah sangat terangsang.
“Kamu dah nggak tahan ya Net, spertinya kamu jarang digauli anakku ya”, dia tersenyum sambil terus aja menggesekkan kepalanya di penisku.

Bapak mertuaku merasa senang telah berhasil menaklukan diriku. Aku menunggu cukup lama tusukkan batang penisnya masuk ke dalam lubang meqi ku. Serasa tak sampai-sampai. Selain panjang, batang penisnya besar juga. Aku sampai menahan nafas saat batang penisnya terasa nyumpal di dalam lubang meqi. Rasanya sampai ku ubun-ubun. Aku bari bisa bernafas lega ketika seluruh batang penisnya amblas di dalam meqi ku.

Dia mulai mengayunkan pinggangnya perlahan-lahan. 1 2 dan 3 tusukan batang penisnya mulai berjalan lancar. Semakin membanjirnya cairan kenikmatan dalam lubang meqi ku batang penisnya keluar masuk dengan lebih mudah. Aku mengimbangi dengan gerakan pinggangku. meliuk-liuk. Naik turun mengikuti irama genjotanya. Gerakan kami semakin lama semakin cepat dan bertambah liar. . Gerakanku sudah tak beraturan karena yg penting bagiku kepala penisnya mencapai bagian-bagian peka di dalam meqi ku.

Bapak mertuaku sepertinya tau apa yg aku inginkan. Ia bisa mengarahkan batang penisnya dengan tepat ke sasaran. Aku bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yg sungguh luar biasa ini. Batang penisnya memenuhi seuluruh lubang meqi ku, tak ada satupun ruang yg tersisa hingga gesekan-gesekan batang penis itu sangat terasa sekali di seluruh dinding meqi ku.

“Uuugghhhh…. ooooghhhh… ooogghhhh” aku merintih dan mengerang kenikmatan.

Aku mengakui keperkasaan bapak mertuaku di atas ranjang. Ia begitu tangguh, jantan dan entah apa lagi sebutan yg pantas kuberikan untuknya. Yg pasti aku merasa sangat puas bersetubuh denganya meski kusadari ini tak seharusnya kulakukan. Tetapi saat itu aku sudah tdk memperdulikanya dan takkan menyesali kenikmatan yg ku alami. Sungguh-sungguh nikmat

“Ooogghhh.. nikmat banget pak,, genjot yg lebih keras paakkk… oggghhhh” dia bergerak semakin cepat

Batang penisnya bertubi-tubi menusuk lubang meqi ku. Aku meregang tak kuasa menahan perasaan nikmat yg dia berikan. Sementara dia dengan perkasanya masih menggenjot meqi ku naik turun, kekanan dan kekiri. Desahanku semakin liar seiring dengan gelombang dahsyat yg semakin mendekati puncaknya. Melihat reaksiku, dia mempercepat genjotanya. Batang penisnya yg panjang dan besar itu keluar masuk dengan cepatnya. Kulihat sekujur tubuhnya penuh peluh. Aku pun demikian. Aku meraih tubuhnya untuk memeluk dengan erat.

Kurengkuh tubuhnya sehingga menindih tubuhku. Kubenamkan mukaku di samping bahunya. Pinggang ku angkat tinggi-tinggi sementara kedua tanganku menggapai pantatnya dan menekanya kuat-kuat. Kurasakan semburan demi semburan memancar kencang dari dalam tubuhku. Aku meregang. Tubuhku mengejang kuat di atas puncak kenikmatan yg kualami.

“Oochhh…” hanya itu yg bisa keluar dari mulutku saking dahsyatnya kenikmatan yg ku alami bersamanya
“Yanet nikmat ya kamu…” bisik mesranya. Kurasakan ciumanya di bibirku berhasil membangkitkan gairahku.
“Iya Pak.. nikmat banget, Sekarang gantian Yanet yg di atas ya, Yanet mau bikin bapak nikmat juga.”

Aku pun langsung menindihnya dan ku ciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhnya. Kumainkan batang penisya yg tegak mengeras itu. Lidahku menjilat-jilat, mulutku menghisap-hisap. Tanganku mengocok-ngocok batang penisnya. Kulihat dia merem melek kenikmatan. Belum sempat ia berkata, aku langsung jongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lututnya yg berada di samping kanan dan kiri tubuhnya. Selangkanganku berada persis di atas batang penisnya.

“Oogghhhh Yanet” Desahnya tertahan ketika batang penisnya kubimbing memasuki lubang meqi ku.

Tubuhku turun dengan perlahan, menelan habis seluruh batang penisnya. Selanjutnya aku bergerak seperti sedang menunggang kuda. Tubuhku melonjak-lonjak. Pinggangku bergerak naik turun, sambil sesekali meliuk. Pinggangku mengaduk-aduk dengan lincahnya, mengulek liar tanpa henti. Tanganya meremas-remas toketku, di remas dan di cubit-cubit

Dia lalu berganti posisi setengah duduk. Wajahnya dibenamkan di atas dadaku. Menciumi toketku dan menghisap puting susuku sambil meremas-remas. Aku dan Bapak mertuaku saling berlomba memberi kepuasan. Tubuh kami penuh dengan peluh, membuat tubuh kami jadi lekat satu sama lain. Aku bergerak menggoyang pinggulku. Dia menggoyangkan pantatnya. Kurasakan sodokan batang penisnya bertamabah kencang seiring dengan liukan-liukan tubuhku yg tak kalah kencangnya.

Permainan kami berdua semakin menjadi-jadi. Bantal guling berserakan di lantai akibat pergumulan kami yg bertambah liar. Kurasakan dia mulai memperlihatkan tanda-tanda. Aku bertambah semangat menggoyangkan pinggulku. Tak selang beberapa detik kemudian, akupun merasakan desakan yg sama. Aku terus menggoyangkan pinggulku sambil mengerang-ngerang keras. Aku sudah tdk peduli dengan suaraku akan terdengar kemana-mana. Kurasakan tubuhnya mulai mengejang-ngejang hebat. Ia mengerang keras. Aku pun merintih kenikmatan.

“Aaaarrgghhhhh….. oooogghhhhh…!” dia berteriak keras, tubuhnya menglinjang-glinjang liar.

Tubuhku terbawa goncanganya. Aku memeluknya erat agar jangan sampai terpental oleh goncanganya. Mendadak aku merasakan semprotan dahsyat pejuhnya menyirami seluruh meqi ku, begitu kuat dan banyak membanjiri lubang meqi ku. Aku pun rasanya tak kuat lagi menahan desakan dalam diriku. Sambil mendesakkan pinggulku kuat-kuat, aku mengerang keras saat mencapai puncak orgasme. Tubuh kami bergulingan di atas tempat tidur sambil berpelukan erat. Saking dahsyatnya, tubuh kami berdua terjatuh dari tempat tidur, untungnya tempat tidur tak terlalu tinggi dan ada bantal guling yg terjatuh dari tempat tidur sehingga tdk sampai menyakitkan. Dia tersenyum memandangku,

“Yanet, kamu liar sekali sampai jatuh gini” aku cuma tersenyum
“Kamu jarang di pakai suamimu ya.., kasihan, kalau tau dari dulu sering main-main kesini deh” dia mencium keningku mesra sekali.
“Sungguh nikmat bercinta denganmu Net”
“Yanet juga nikmat dan puas bercinta dengan Bapak”
“Ya udah selama aku di sini kita berbagi kenikmatan aja ya” aku cuma menggangguk aja.

Incoming search terms: